31 July 20190 Komentar | Dilihat : 257 kali
Ditulis oleh admin

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tuban, Drh. Basoeki TJ, memastikan bahwa ketersediaan hewan kurban di Tuban masih aman menjelang Hari Raya Idul Adha 1440 hijriyah.  

Dari populasi sapi sebanyak 339.563 ekor terdapat sekira 20.159 ekor sapi jantan dewasa yang siap untuk dijadikan hewan kurban. Selain itu, untuk kambing, dari populasi sebanyak 137.615 ekor setidaknya ada 16.384 ekor jantan dewasa yang juga siap menjadi hewan kurban. Sementara untuk domba, dari populasi sebanyak 93.318 ekor ada sebanyak 11.224 ekor jantan dewasa.

“Jadi, insyaAllah stoknya masih aman, khususnya sapi lumayan banyak karena populasi sapi di Tuban terbanyak nomor dua se Jawa Timur,” kata dia di Kantornya Jalan Bogorejo, Merakurak, Tuban, Selasa (30/7/2019).

Basoeki menyampaikan, pada tahun 2018 lalu, jumlah pemotongan hewan kurban untuk jenis sapi sekira 1500 ekor yang dipotong. Sedangkan untuk kambing dan domba yang dijadikan hewan kurban masing-masing sekira 2000 ekor.

Oleh karena itu, menurutnya, ketersediaan hewan kurban di Tuban tahun ini mengalami surplus. Sebab, dari segi jumlah, ketersediaan hewan kurban tahun ini lebih banyak dari kebutuhan masyarakat.

“Kita harapkan animo umat Islam (dalam menyembelih hewan kurban) sehingga ada peningkatan hewan yang akan dipotong,” tuturnya.

Terkait masalah harga, Basoeki mengaku bahwa pihaknya saat ini masih melakukan pemantauan ke beberapa pengepul hewan kurban dan masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa harga dipasaran saat ini untuk sapi dengan berat badan maksimal 500 kg sebesar Rp 21.000.000 hingga Rp. 25.000.000. sementara untuk sapi dengan berada badan mencapai 700 kg dijual dengan harga sebesar Rp. 30.000.000 sampai dengan Rp. 35.000.000.

Untuk hewan kurban kambing dan domba, harga yang berlaku dipasaran saat ini adalah sebesar Rp 1.500.000 sampai Rp 4.000.000. “Harga sapi potong memang sedikit terpaut dari harga biasanya, sekira 1 juta sampai 1,5 juta,” tandasnya.

Basoeki menuturkan, karena ketersediaan hewan kurban yang melimpah di Tuban, beberapa hewan kurban, khususnya sapi banyak yang dikirimkan ke beberapa daerah di luar Tuban, seperti Bekasi, Jakarta Surabaya dan daerah lain. Hingga saat ini, sudah ada 116 ekor sapi yang sudah dikirimkan ke Jakarta.

“Itu yang terpantau, karena mereka harus mengurus Surat Keterangan Kesehatan Hewan sebelum mengirim ke luar daerah,” tegasnya.

Mengenai kesehatan hewan kurban, pada awal Agustus 2019 nanti Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tuban akan melakukan ke para pengepul untuk melakukan pendataan, pemeriksaan dan pemberian Surat Keterangan Kesehatan Hewan. Selain itu, pendataan dan pemeriksaan juga akan dilakukan di masjid-masjid.

Dinas terkait juga sudah menjalin kerjasama dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) wilayah Jawa Timur VI dalam rangka memantau pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tahun ini.

“Saat hari H, semua tenaga medis kesehatan hewan akan disebar ke seluruh wilayah di Kabupaten Tuban untuk memantau dan melakukan pemeriksaan hewan kurban sebelum dipotong maupun setelah dipotong,” tutup Basoeki.

Sebelumnya, Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur, Wemi Niamawardi, memastikan ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur sudah memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, Jawa Timur tidak membutuhkan lagi mendatangkan hewan kurban dari daerah lain.

Berdasarkan laporan Dinas Peternakan Jawa Timur, pada tahun 2018 populasi hewan kurban khususnya sapi potong sebanyak 4.637.970 ekor, kambing sebanyak 3.476.635 ekor dan domba sebanyak 1.374.742 ekor.

Penulis: Rudik Hartono dan Hendri Kurniawan

Editor: Hendri Kurniawan

Sumber : https://www.timer.id/artikel/view/ketersediaan-melimpah-hewan-kurban-di-kabupaten-tuban-surplus

Kategori
Tag
comments powered by Disqus