30 July 20200 Komentar | Dilihat : 994 kali
Ditulis oleh admin
Pemeriksaan Kesehatan Hewan

Diskannak Tuban  - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H, serta upaya kewaspadaan terhadap Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS), maka Tim Bidang Kesehatan Hewan, Koordinator UPTD IB dan Puskeswan se Kabupaten Tuban, Petugas Teknis Peternakan dan Petugas IB melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan hewan sebelum dan setelah ternak dipotong (antemortem dan postmortem) di tempat penjualan dan tempat pemotongan hewan kurban. Dari hasil pemeriksaan kesehatan hewan tersebut petugas/ dokter hewan menerbitkan surat keterangan kesehatan hewan untuk ternak kurban yang telah diperiksa kesehatannya.

Selain melakukan pemeriksaan dan pengawasan juga memberikan sosialisasi, komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman terhadap bahaya penyakit menular yang bersifat zoonosis dan upaya pencegahannya. Serta upaya pencegahan penyebaran Covid-19, juga mengedukasi dan memberikan arahan kepada penjual dan petugas pemotongan hewan kurban dalam masa mandemi untuk tetap menjaga protokol kesehatan yang diarahkan oleh Pemerintah.

Sasaran pemeriksaan antemortem pada ternak kurban yang berada di tempat penampungan penjual ternak kurban dan lembaga yang memberikan fasilitas pemotongan kurban di Kabupaten Tuban, sedangkan untuk pemeriksaan postmortem dilakukan di masjid-masjid, musholla dan tempat pemotongan lainnya padaa saat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 27 Juli 2020 s/d 31 Juli 2020.

Dari hasil pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban yang dilakukan di lapak/ kandang/ tempat penjualan hewan kurban masih ditemui ada ternak yang belum cukup umur sebagai hewan kurban. Sedangkan untuk penyakit hewan yang ditemukan iritasi mata dan gatal-gatal, secara umum dari hasil pemeriksaan kesehatan kurban di lokasi pemeriksaan layak sebagai hewan kurban.

Sedangkan untuk pemeriksaan setelah hewan disembelih (postmortem) dilaksanakan tanggal 31 Juli 2020 sampai hari Tasyrik oleh Tim Bidang Kesehatan Hewan, Petugas teknis peternakan bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jatim VI.

Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan daging kurban yang beredar dimasyarakat adalah daging yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH) sehingga layak untuk dikonsumsi. (raw/zni)

Kategori
comments powered by Disqus